Publikasi
Semua publikasi

Working Paper Series 2013

Seri Agroforestri dan Kehutanan di Sulawesi: Profitabilitas sistem penggunaan lahan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara

Arif Rahmanulloh, Muhammad Sofiyuddin and S. Suyanto

Abstrak

Perkiraan keuntungan adalah usaha awal untuk menghasilkan informasi utama bagi Agroforestri dan
Kehutanan di Sulawesi: Menghubungkan Pengetahuan dengan proyek Aksi ('Proyek AgFor), untuk
diterapkan di dua provinsi, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Penelitian ini mengumpulkan
informasi dari sistem pertanian yang telah ada dan perkiraan keuntungan masing-masing penggunaan
lahan. Indikator keuntungan yang digunakan dalam penelitian ini adalah: Net Present Value (NPV),
tunjangan hidup ekuivalen dan laba bagi pekerja. Perkiraan kami menunjukkan bahwa sistem
penggunaan lahan yang paling menguntungkan dengan pengukuran ekuitas tahunan (annual equity) di
Sulawesi Selatan adalah perkebunan cengkeh, diikuti dengan perkebunan campuran kelapa-coklat dan
perkebunan kelapa. Sistem kebun kayu menghasilkan keuntungan tertinggi bagi pekerja di antara
penggunaan lahan lainnya, sedangkan kebun kelapa untuk gula menghasilkan laba paling sedikit
(USD 6 per harinya). Di Sulawesi Tenggara, sistem penggunaan lahan yang paling menguntungkan
dengan menggunakan pengukuran ekuitas tahunan adalah kebun kayu jati, diikuti dengan kebun
monokultura merica dan monokultura nilam. Kebun kayu (jati) memberikan laba tertinggi bagi
pekerja (return to labour) dibandingkan dengan kebun lainnya, sedangkan sistem monokultura coklat
menghasilkan paling sedikit (USD 10 per hari).

Detail publikasi

Penerbit
World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Program
Kota terbit
Bogor, Indonesia
Series Number
Working paper 166
Jumlah halaman
17
Nomor panggil
WP0171-13
Bahasa
Bahasa Indonesia
Wilayah
Indonesia
Proyek
AgFor

Kata kunci

Berkas

Sitasi

Rahmanulloh A, Sofiyuddin M and Suyanto S. 2013. Seri Agroforestri dan Kehutanan di Sulawesi: Profitabilitas sistem penggunaan lahan di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara. Working paper 16617 p.