Publikasi
Semua publikasi
Sampul Karakteristik kebun agroforestri berbasis kapuk (Ceiba pentandra) di Kabupaten Bantaeng

Thesis 2015

Karakteristik kebun agroforestri berbasis kapuk (Ceiba pentandra) di Kabupaten Bantaeng

Stevin Valenthino

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) karakteristik dari kebun agroforestri kapuk, 2) alasan pemilihan dan pemanfaatan jenis pohon kayu dan buah, 3) potensi produksi buah pohon kapuk, 4) mengevaluasi kondisi terkini pengelolaan kebun agroforestri kapuk. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Bonto Tiro dan Kelurahan Bonto Rita, Kabupaten Bantaeng selama 2 bulan, mulai bulan Maret-April 2014. Untuk mengetahui karakteristik kebun makan dilakukan pengukuran diameter pohon dan mengidentifikasi jenis-jenis pohon pada kebun kapuk dalam plot berbentuk lingkaran dengan jari-jari 17,8 m yang diletakkan secara purposive dalam kebun berdasarkan keterwakilan jenis-jenis pohon. Sedangkan untuk mengetahui alasan pemilihan jenis, potensi produksi buah dan kondisi terkini pengelolaan kebun kapuk dilakukan wawancara individu kepada petani pemilik kebun. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Petani pada kedua desa/kelurahan menerapkan system agroforestri sederhana dan agroforestri kompleks, 2) Faktor ekonomi merupakan alasan utama bagi petani di kedua desa/kelurahan dalam memilih jenis-jenis pohon dan paling banyak memanfaatkannya sebagai sumber penghasilan, 3) Rata-rata produksi buah kapuk di desa Bonto Tiro adalah 9.914,54 kg/ha dan di kelurahan Bonto Rita sebanyak 5.917,40 kg/ha, 4) Kebun kapuk masih menarik untuk dikelola bagi petani di kelurahan Bonto Rita walaupun di Bonto Tiro terdapat 17% petani yang berniat menggantinya dengan tanaman cengkeh.

Detail publikasi

Academic Departement, University
Hasanuddin University
City
Makassar, Indonesia
Jumlah halaman
89
Departement
Forestry Department
Degree
Bachelor
Nomor panggil
TD0181-15
Bahasa
Bahasa Indonesia
Wilayah
Indonesia

Kata kunci

Sitasi

Valenthino S. 2015. Karakteristik kebun agroforestri berbasis kapuk (Ceiba pentandra) di Kabupaten Bantaeng. Makassar, Indonesia. Hasanuddin University. 89 p.