Publikasi
Semua publikasi

Paper 2014

Diameter dan Pertumbuhan Tertunda Berkaitan dengan Kualitas Lahan dan Kompetisi Pohon dalam Sistem Agroforestri di Gunungkidul

Gerhard E Sabastian, Peter Kanowski, Emlyn Williams and James M Roshetko

Abstrak

Pemilihan spesies pohon oleh petani di wilayah Gunungkidul terbatas oleh kurangnya informasi manajemen pohon. Makalah ini membantu menginformasikan kepada petani tentang strategi pemilihan tiga spesies kayu-Tectona grandis, Swietenia macrophylla dan Acacia auriculiformis-dalam sistem agroforestri di Gunungkidul melalui (i) pengembangan model prediksi pertumbuhan pohon dari diameter dan usia pohon dan pertumbuhan tertunda dari diameter dan (ii) memperkirakan kontribusi dari indikator kualitas lahan dan Bidang Dasar pohon terhadap diameter pohon dan pertumbuhan tertunda diameter dalam dua kategori usia (? 5 tahun dan> 5 tahun). Sebanyak 48 kebun jati (lahan) yang dipilih, yang mewakili tiga kelas lereng dan dua jenis tanah, dengan plot sampel melingkar dari 10 m radius dibentuk di setiap kebun. Model persamaan kuadratik untuk setiap jenis kayu menunjukkan bahwa usia pohon menjelaskan persentase variasi yang tinggi dalam pertumbuhan diameter. Sejumlah indikator dari kualitas lahan dan Bidang Dasar pohon mampu memprediksi penampilan diameter untuk setiap jenis pohon. Hasil ini menunjukkan bahwa model yang dikembangkan dapat menginformasikan kepada petani strategi pemilihan spesies pohon dan manajemen yang diperlukan

Detail publikasi

Parent Title
Presented at Seminar Nasional Agroforestri 5, Ambon, November 2014
Penerbit
World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Program
Kota terbit
Bogor, Indonesia
Pages
1-12
Nomor panggil
PP0359-15
Bahasa
Bahasa Indonesia
Wilayah
Indonesia

Kata kunci

Berkas

Sitasi

Sabastian GE, Kanowski P, Williams E and Roshetko JM. 2014. Diameter dan Pertumbuhan Tertunda Berkaitan dengan Kualitas Lahan dan Kompetisi Pohon dalam Sistem Agroforestri di Gunungkidul. Presented at Seminar Nasional Agroforestri 5, Ambon, November 2014. Bogor, Indonesia. World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Program.