Paper 2015
Diameter Dan Pertumbuhan Tertunda Berkaitan Dengan Kualitas Lahan Dan Kompetisi Pohon Dalam Sistem Agroforestri Di Gunungkidul
Abstrak
Pemilihan spesies pohon oleh petani di wilayah Gunungkidul terbatas oleh kurangnya informasi manajemen pohon. Makalah ini membantu menginformasikan kepada petani tentang strategi pemilihan tiga spesies kayu-Tectona grandis, Swietenia macrophylla dan Acacia auriculiformis dalam sistem agroforestri di Gunungkidul melalui (i) pengembangan model prediksi pertumbuhan pohon dari diameter dan usia pohon dan pertumbuhan tertunda dari diameter dan (ii) memperkirakan kontribusi dari indikator kualitas lahan dan Bidang Dasar pohon terhadap diameter pohon dan pertumbuhan tertunda diameter dalam dua kategori usia (? 5 tahun dan > 5 tahun). Sebanyak 48 kebun jati (lahan) yang dipilih, yang mewakili tiga kelas lereng dan dua jenis tanah, dengan plot sampel melingkar dari 10 m radius dibentuk di setiap kebun. Model persamaan kuadratik untuk setiap jenis kayu menunjukkan bahwa usia pohon menjelaskan persentase variasi yang tinggi dalam pertumbuhan diameter. Sejumlah indikator dari kualitas lahan dan Bidang Dasar pohon mampu memprediksi penampilan diameter untuk setiap jenis pohon. Hasil ini menunjukkan bahwa model yang dikembangkan dapat menginformasikan kepada petani strategi pemilihan spesies pohon dan manajemen yang diperlukan
Detail publikasi
Kata kunci
Berkas
Sitasi
Sabastian GE, Kanowski P, Williams E and Roshetko JM. 2015. Diameter Dan Pertumbuhan Tertunda Berkaitan Dengan Kualitas Lahan Dan Kompetisi Pohon Dalam Sistem Agroforestri Di Gunungkidul. In: ,eds. Prosiding Seminar Nasional Agroforestri ke-5 tanggal 21 Nopember 2014 di Ambon. Ambon, Maluku. Balai Penelitian Teknologi Agroforestry bekerjasama dengan Fakultas Pertanian Universitas Pattimura, World Agroforestry Centre (ICRAF), Indonesia Network for Agroforestry Education, dan Masyarakat Agroforestri Indonesia Ciamis..
