Newsletter 2016
Kiprah Agroforestri No. 25
Abstrak
Tim AgFor dengan bangga mempersembahkan kembali edisi khususnya pada Kiprah Agroforestri setelah Volume 8 No. 3 di Bulan Desember 2015 dan Volume 6 No. 3 bulan Desember 2013. Pada edisi ini, AgFor mengetengahkan beberapa tulisan saat tim AgFor melakukan kegiatannya seperti berbagi pengetahuan dan informasi mengenai agroforestri melalui berbagai pameran dan kegiatan bersama petani; pengelolaan hutan madu yang berkelanjutan di Kecamatan Uluiwoi, Provinsi Sulawesi Tenggara; melakukan replikasi kegiatan AgFor di Buol, Sulawesi Tengah; penerapan sistem agroforestri di Desa Ayumolingo, Gorontalo; serta penghijauan di Desa Lawonua, Sulawesi Tenggara melalui sistem kebun campur. Semua kisah ini menceritakan luasnya dampak positif proyek AgFor dalam meningkatkan taraf hidup para petani di Sulawesi, bahkan di luar provinsi yang menjadi target awal proyek.
Agroforestry and Forestry in Sulawesi (AgFor): Menghubungkan Pengetahuan dengan Tindakan adalah proyek lima tahun dengan dukungan Global Affairs Canada, yang diimplementasikan di 10 kabupaten di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Gorontalo akan mengakhiri kegiatannya pada bulan Desember ini. Selama implementasinya, AgFor telah mendampingi lebih dari 25.000 orang dalam mengelola lahan secara berkelanjutan dan meningkatkan pendapatan mereka melalui pembuatan 500 kebun contoh agroforestry dan 280 pembibitan yang kemudian telah menghasilkan lebih dari 1,5 juta bibit unggul. Secara keseluruhan, lebih dari 630.000 orang (52% diantaranya adalah perempuan) telah mengalami peningkatan pendapatan berkat penerapan teknologi pertanian hasil bimbingan AgFor dan kurang lebih 950.000 petani (setengahnya adalah perempuan) mendapatkan akses yang lebih mudah untuk pembibitan berkualitas, peningkatan hasil produksi, pengendalian hama dan penyakit,sehingga pendapatannya meningkat dan lebih berkelanjutan.
Walaupun proyek AgFor ini akan segera berakhir, dampak positifnya akan terus berlanjut. Dengan bermitra bersama masyarakat dan pemerintah setempat, serta pemangku kepentingan lainnya (LSM dan sektor swasta), AgFor telah merancang strategi pascaproyek untuk memastikan keberlanjutan dari manfaat dan capaian proyek.
Detail publikasi
Berkas
Sitasi
Kiprah Agroforestri No. 25. (2016). Diakses dari https://beranda.agroforestri.id/publikasi/?pid=3843
