Manual 2016
Pedoman agroforestri dalam pengelolaan Hutan Desa: pembelajaran dari Jambi
Abstrak
Agroforestri secara tidak sengaja sudah secara turun temurun
dipraktekkan oleh masyarakat di Indonesia. Namun sayangnya,
praktek agroforestri masih bersifat tradisional dan berbasis pada
keterbatasan pengetahuan masyarakat lokal . Belum banyak upaya
untuk mengembangkan sistem agroforestri yang sesuai dengan
tuntutan perkembangan ekonomi, lingkungan dan sosial, sehingga
mendorong World Agroforestry Centre (ICRAF) membuat panduan
sistem pengelolaan agroforestri. Studi kasus yang kami angkat adalah
hutan desa di Jambi, dimana hutan desa ini merupakan bagian dari upaya
mitigasi perubahan iklim sekaligus sebagai upaya untuk mensejahterakan
masyarakat.
Saat ini, pemerintah Indonesia mentargetkan 12.7 juta hektar hutan
dialokasikan bagi masyarakat untuk pengelolaan hutan. Menjadi
pertanyaan bersama bagaimana masyarakat akan mengelola hutan
tersebut dan bagaimana pengelolaan hutan tersebut mengakomodir
pengetahuan tradisional masyarakat tanpa menegasikan kepentingan
lain seperti kebutuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan dan isu
perubahan iklim serta jasa lingkungan.
Detail publikasi
Berkas
Sitasi
Akiefnawati R and Rahayu S. 2016. Pedoman agroforestri dalam pengelolaan Hutan Desa: pembelajaran dari Jambi. In: ,eds. Bogor, Indonesia. World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Program. 27 p.
