Leaflet 2008
Rapid Agrobiodiversity Appraisal (RABA): Penilaian Cepat Keanekaragaman pada konteks penghargaan jasa lingkungan keanekaragaman hayati
Abstrak
Seiring dengan semakin cepatnya laju deforestasi di daerah tropis, menurunnya keanekaragaman hayati menjadi perhatian dunia dan berbagai program konservasi kemudian banyak dilakukan. Pada awalnya, pendekatan program konservasi keanekaragaman hayati didasarkan pada segregasi fungsi ruang antara 'areal lindung ' dan 'areal pertanian intensif '. Pendekatan segregasi tersebut ternyata kurang tepat
sasaran, sehingga dikembangkan kembali metode pendekatan yang meng kan substansi pentingnya menjaga keanekaragaman hayati pada bentang alam yang produktif. Saat ini, pelaku-pelaku konservasi mulai mengkombinasikan kedua pendekatan tersebut pada sistem-sistem yang memungkinkan berpadunya konservasi dengan kegiatan pengembangan ekonomi/ penghidupan. Insentif spesifik dari para
pelaku konservasi seringkali diperlukan untuk memotivasi para pengelola kebun agar tetap menjaga aspek 'konservasi' pada sistem-sistem tersebut.
Detail publikasi
Berkas
Sitasi
Joshi L and Martini E. 2008. Rapid Agrobiodiversity Appraisal (RABA): Penilaian Cepat Keanekaragaman pada konteks penghargaan jasa lingkungan keanekaragaman hayati. [Leaflet].Bogor, Indonesia. : World Agroforestry Centre - ICRAF, SEA Regional Office.
