Leaflet 2009
Konsep Jasa Lingkungan dan Pembayaran Jasa Lingkungan di Indonesia
Abstrak
Millennium Ecosystem Assessment (MEA) menyimpulkan dua pertiga jasa lingkungan yang terkait dengan kesejahteraan manusia sedang mengalami degradasi atau dimanfaatkan secara tidak berkelanjutan (MEA 2002). Hal ini memiliki konsekuensi serius bagi dunia serta berdampak langsung terhadap kesejahteraan manusia secara keseluruhan. Pemanfaatan sumberdaya dengan cara-cara yang melampaui potensi pemulihan alami akan mempengaruhi ketersediaan jasa lingkungan di masa mendatang. Jika terus berlanjut, aset lingkungan akan menurun tajam dan jasa lingkungan yang saat ini diperoleh Cuma-Cuma akan hilang atau menjadi mahal dalam jangka waktu dekat. Pada akhirnya, hal tersebut akan membahayakan kesejahteraan manusia. Masyarakat miskin yang dua pertiganya berada di Asia dengan kehidupan yang sangat bergantung pada alam akan menjadi lebih menderita dan pilihan mata pencaharian mereka juga akan terus berkurang. Di tengah menurunnya daya dukung bumi dan kemiskinan yang makin meningkat, muncul komitmen global untuk memperkecil dampakdampak yang mungkin ditimbulkan serta berupaya mempertahankan berbagai pilihan untuk meningkatkan kehidupan manusia dengan caracara yang berkelanjutan. Indonesia, sebagai salah satu negara dengan
wilayah hutan hujan tropis terluas dan kepadatan penduduk tertinggi, memiliki peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan manusia dan perlindungan lingkungan. Oleh karena itu, Indonesia seharusnya menggariskan kebijakan strategis untuk menjawab tantangan tersebut.
Detail publikasi
Berkas
Sitasi
RUPES. 2009. Konsep Jasa Lingkungan dan Pembayaran Jasa Lingkungan di Iindonesia. [Leaflet].Bogor, Indonesia. : World Agroforestry Centre - ICRAF, SEA Regional Office.
