Publikasi
Semua publikasi

Leaflet 2024

Menghidupkan Kembali Sejarah Kampung Durian Melalui Agroforestri Kelapa Sawit

Suhendro, Mukti Fajar Sidiq, Syafrudin Syafii and Tikah Atikah

Abstrak

Desa Simonis di Kabupaten Labuhanbatu Utara memiliki sejarah panjang sebagai sentra durian, dengan hampir 70% penduduknya menanam durian sejak 1970-an. Namun, antara 2010–2015, banyak pohon durian ditebang karena tingginya harga kayu, dan lahan beralih ke kelapa sawit serta karet. Perubahan ini berdampak pada iklim mikro desa, menyebabkan suhu menjadi lebih panas.
Untuk mengembalikan dan menjaga keberlanjutan, Pak Suhendro, seorang petani kelapa sawit, mulai menerapkan sistem agroforestri kelapa sawit dengan durian setelah mengikuti pelatihan dalam Program Sustainable Farming in Tropical Asian Landscapes (SFITAL). Ia menanam durian di antara kelapa sawit di lahannya seluas 4 hektare, mempertahankan varietas lokal seperti durian sijantung dan durian sitolur.
Penerapan agroforestri ini tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan, tetapi juga menjaga keseimbangan ekologi dan menjadi warisan bagi generasi mendatang. Dengan pendekatan agroforestri yang tepat, durian tetap berkualitas tanpa kehilangan rasa, selama pemupukan dan jarak tanam diperhatikan. Kisah ini menjadi contoh bahwa petani kelapa sawit dapat mengoptimalkan hasil pertanian dengan sistem yang lebih berkelanjutan.

Detail publikasi

Nomor panggil
LE00390-24
Bahasa
Bahasa Indonesia
Wilayah
Indonesia
Proyek
SFITAL

Berkas

Sitasi

Suhendro, Mukti Fajar Sidiq, Syafrudin Syafii and Tikah Atikah. (2024). Menghidupkan Kembali Sejarah Kampung Durian Melalui Agroforestri Kelapa Sawit. Diakses dari https://beranda.agroforestri.id/publikasi/?pid=5172