Publikasi
Semua publikasi

Leaflet 2008

Rapid Agrobiodiversity Appraisal (RABA): Penilaian Cepat Keanekaragaman pada konteks penghargaan jasa lingkungan keanekaragaman hayati

Laxman Joshi and Endri Martini

Abstrak

Seiring dengan semakin cepatnya laju deforestasi di daerah tropis, menurunnya keanekaragaman hayati menjadi perhatian dunia dan berbagai program konservasi kemudian banyak dilakukan. Pada awalnya, pendekatan program konservasi keanekaragaman hayati didasarkan pada segregasi fungsi ruang antara 'areal lindung ' dan 'areal pertanian intensif '. Pendekatan segregasi tersebut ternyata kurang tepat
sasaran, sehingga dikembangkan kembali metode pendekatan yang meng kan substansi pentingnya menjaga keanekaragaman hayati pada bentang alam yang produktif. Saat ini, pelaku-pelaku konservasi mulai mengkombinasikan kedua pendekatan tersebut pada sistem-sistem yang memungkinkan berpadunya konservasi dengan kegiatan pengembangan ekonomi/ penghidupan. Insentif spesifik dari para
pelaku konservasi seringkali diperlukan untuk memotivasi para pengelola kebun agar tetap menjaga aspek 'konservasi' pada sistem-sistem tersebut.

Detail publikasi

Penerbit
World Agroforestry Centre - ICRAF, SEA Regional Office
City
Bogor, Indonesia
Nomor panggil
LE0149-09
Bahasa
Bahasa Indonesia
Wilayah
Indonesia

Berkas

Sitasi

Joshi L and Martini E. 2008. Rapid Agrobiodiversity Appraisal (RABA): Penilaian Cepat Keanekaragaman pada konteks penghargaan jasa lingkungan keanekaragaman hayati. [Leaflet].Bogor, Indonesia. : World Agroforestry Centre - ICRAF, SEA Regional Office.