Publikasi
Semua publikasi

Brief 2015

Ijin Saja Tidak Cukup: Belajar dari Hutan Kemasyarakatan (HKM) di Bulukumba

Moira Moeliono, Agus Mulyana, Hasantoha Adnan, Elizabeth Linda Yuliani, Philip Manalu and Balang

Abstrak

Pesan-pesan utama:
- Dalam mempromosikan HKM, fokus pemerintah adalah pada
persoalan administratif sehingga verifikasi lapangan tidak
terlaksana dengan baik.
- HKM dirancang untuk menyelesaikan masalah penguasaan
lahan dan menghindari konflik, tetapi dalam prosesnya,
mengabaikan persoalan-persoalan pengelolaan hutan dan
atau pengelolaan usaha kehutanan.
- Karena izin HKM diberikan kepada kelompok masyarakat,
membangun kelembagaan dari kelompok tersebut menjadi
hal yang penting, termasuk di dalamnya mengembangkan
pengetahuan dan ketrampilan kelompok pemegang izin untuk
bisa memahami dan melaksanaan rencana pengelolaan.
- Tujuan awal HKM adalah pemberdayaan. Karena itu,
proses HKM membutuhkan fasilitasi jangka panjang oleh
fasilitator yang handal, memahami dinamika masyarakat
dan mempunyai pengetahuan teknis tentang pengelolaan
hutan skala kecil, misalnya pengetahuan teknis tentang
penghutanan kembali, pembibitan, pengelolaan kayu dan
pemasaran.

Detail publikasi

Penerbit
World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Program
Kota terbit
Bogor, Indonesia
Series Number
Brief No. 50
Jumlah halaman
6
Nomor panggil
PB0093-15
Bahasa
Bahasa Indonesia
Wilayah
Indonesia

Berkas

Sitasi

Moeliono M, Mulyana A, Adnan H, Yuliani EL, Manalu P and Balang . 2015. Ijin Saja Tidak Cukup: Belajar dari Hutan Kemasyarakatan (HKM) di Bulukumba. Brief No. 50Bogor, Indonesia. World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Program. 6 p.