Magazine Article 2013
Budi Daya Cengkeh di Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba, Sulawesi Selatan
Abstrak
Bibit cengkeh yang pertama kali
ditanam para petani di Bantaeng dan
Bulukumba adalah jenis Borong yang
diperkenalkan oleh PT Sulawesi. Jenis
ini memiliki batang pendek dan besar.
Tahun 1972, mulai muncul jenis
Zanzibar, Si Kotok, dan Si Putih yang
diperkenalkan oleh Dinas Pertanian
dan kemudian banyak dikembangkan
masyarakat. Saat itu, jenis bibit tersebut
dijual ke petani dengan kisaran harga
Rp 10.000,00–Rp 15.000,00 per 2.000
biji (satu peti). Menurut informasi yang
diperoleh petani, cengkeh dari Dinas
Pertanian berasal dari Bogor. Jenis
cengkeh lain yang dibawa oleh para
pedagang seperti cengkeh dari Ambon
dan Manado juga sempat tersebar di
Bulukumba, namun kualitasnya tidak
bagus dan justru merusak pertumbuhan
jenis cengkeh lain jika ditanam
berdampingan.
Detail publikasi
Berkas
Sitasi
Megawati. 2013. Budi Daya Cengkeh di Kabupaten Bantaeng dan Bulukumba, Sulawesi Selatan. In: Rahayu S, Paramita E and Martini E,eds. Kiprah Agroforestri 16. 3World Agroforestry Centre (ICRAF) Southeast Asia Regional Program.
