Publikasi
Semua publikasi

Leaflet 2024

Model Usaha Tani Pengembangan Agroforestri dengan Tanaman yang Tidak Disukai Gajah di Desa Jadi Mulya, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir

Subekti Rahayu, Suyanto, Romadhona Hartiyadi and Iskak Nungky Ismawan

Abstrak

Desa Jadi Mulya, sebuah desa transmigrasi di Kawasan Hidrologis Gambut Sungai Sugihan – Sungai Lumpur, berbatasan langsung dengan Hutan Tanaman Industri (HTI) dan Suaka Marga Satwa Padang Sugihan, hanya dipisahkan oleh Sungai Simpang Heran. Di Desa Jadi Mulya, sawah menjadi tutupan lahan utama, disusul kebun kelapa sawit rakyat. Setiap tahun, kawanan gajah memasuki area persawahan, merusak tanaman saat padi mulai berbulir hingga panen. Untuk memitigasi kerusakan, zonasi agroforestri dengan tanaman yang tidak disukai gajah dirancang di sepanjang pematang sungai sebagai penghalang alami, yang sekaligus memberi nilai ekonomi bagi masyarakat. Selain itu, desa ini berfokus pada peningkatan kapasitas kelompok tani dalam budidaya dan pemasaran produk, serta menjalin koordinasi dengan kelompok kerja multipihak di tingkat provinsi untuk menangani pergerakan gajah di koridor Sugihan – Simpang Heran.

Detail publikasi

Nomor panggil
LE00341-24
Bahasa
Bahasa Indonesia
Wilayah
Indonesia
Proyek
Peat-IMPACTS

Berkas

Sitasi

Subekti Rahayu, Suyanto, Romadhona Hartiyadi and Iskak Nungky Ismawan. (2024). Model Usaha Tani Pengembangan Agroforestri dengan Tanaman yang Tidak Disukai Gajah di Desa Jadi Mulya, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir. Diakses dari https://beranda.agroforestri.id/publikasi/?pid=5123