Publikasi
Semua publikasi

Brief 2012

Estimasi hilangnya cadangan karbon di atas permukaan tanah akibat alihguna lahan di Indonesia (1990, 2000, 2005)

Andree Ekadinata and Sonya Dewi

Abstrak

Panel Antarpemerintah tentang Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change - IPCC) menentukan dua pendekatan utama untuk mengukur
emisi dari sektor lahan: selisih cadangan (stock
difference) dan penambahan dan kehilangan (gain
and loss). Kami menggunakan pendekatan pertama
di mana perubahan cadangan karbon diukur pada
dua titik waktu dengan menggunakan dua faktor: data
aktivitas dan faktor emisi. Gambar 1 menunjukkan
pendekatan yang kami gunakan dalam penelitian ini.
Data aktivitas adalah luas area masing-masing jenis
alihguna lahan, sedangkan faktor emisi merupakan
selisih rata-rata cadangan karbon antara kedua jenis
sistem penggunaan lahan per unit wilayah per tahun.
Sistem penggunaan lahan didefinisikan sebagai
kesatuan penggunaan dan tutupan lahan, yang
mengandung beberapa konsep: tutupan lahan (tumbuhtumbuhan
dan bangunan buatan manusia di permukaan
Bumi), penggunaan lahan (sistem pengelolaan/
pembudidayaan yang diterapkan pada penutup tanah
tersebut) dan sistem rotasi, yang meliputi urutan
perubahan tumbuhan dalam suatu sistem penggunaan
lahan dan periode waktunya. Kami memakai data
aktivitas dari perubahan sistem penggunaan lahan
yang dihasilkan dari analisa perubahan tutupan lahan
tahun 1990, 2000 dan 2005

Detail publikasi

Penerbit
World Agroforestry Centre - ICRAF, SEA Regional Office
Kota terbit
Bogor, Indonesia
Series Number
Brief No 31
Jumlah halaman
6
Nomor panggil
PB0055-12
Bahasa
Bahasa Indonesia
Wilayah
Indonesia

Berkas

Sitasi

Ekadinata A and Dewi S. 2012. Estimasi hilangnya cadangan karbon di atas permukaan tanah akibat alihguna lahan di Indonesia (1990, 2000, 2005). Bogor, Indonesia. World Agroforestry Centre - ICRAF, SEA Regional Office. 6 p.