Publikasi
Semua publikasi
Sampul Bagaikan Membuka Kotak Pandora: Konflik Penguasaan Tanah Paska Kebijakan "Kembali ke Nagari"

Newsletter 2009

Bagaikan Membuka Kotak Pandora: Konflik Penguasaan Tanah Paska Kebijakan "Kembali ke Nagari"

Naldi Gantika, Jomi Suhendri and Nurul Firmansyah

Abstrak

Sumatera Barat yang dikenal oleh banyak kalangan sebagai daerah dengan ketahanan dan kelestarian adat serta budayanya "Adat basandi sarak, sarak basandi kitabullah" (Adat yang berpegang pada Agama, Agama Yang berpegang pada Al-Quran) juga tidak luput dari pengaruh pengelolaan hutan yang berparadigma "negara menguasai hutan". Beberapa peristiwa memperlihatkan hal demikian. Di salah satu nagari (desa) di Sumatera Barat yaitu Nagari Simanau, Kabupaten Solok, terjadi tumpang tindih penguasaan hutan akibat dari penetapan kawasan hutan secara sepihak oleh pemerintah. Saat ini, di dalam hutan ulayat nagari dan hutan ulayat suku, terdapat pancang-pancang batas kawasan hutan negara yaitu Hutan Produksi Terbatas (HPT). Penentuan letak pancang tersebut dilakukan tanpa sepengetahuan institusi yang ada di nagari, BPN (Badan Perwakilan Nagari) dan KAN (Kerapatan Adat Nagari). Penentuan batas sepihak ini menunjukkan secara tidak langsung dominasi hutan negara atas hutan nagari, dan dapat diartikan pada tidak adanya pengakuan pengelolaan hutan nagari yang dilakukan masyarakat adalah warisan dari sistem ulayat dan pengetahuan tradisional (kearifan lokal) yang dinikmati generasi sekarang dan yang akan datang. Kondisi ini mersahkan masyarakat nagari, walaupun pada saat ini kondisi konflik penguasaan lahan tersebut masih bersifat laten.

Detail publikasi

Penerbit
Working Group on Forest Land Tenure (WG Tenure)
Volume
April 2009
Pages
25-38
Nomor panggil
NL0038-09
Catatan
ISSN 1978-1865
Bahasa
Bahasa Indonesia
Wilayah
Indonesia

Sitasi

Gantika N, Suhendri J and Firmansyah N. 2009. Bagaikan Membuka Kotak Pandora: Konflik Penguasaan Tanah Paska Kebijakan "Kembali ke Nagari". Working Group on Forest Land Tenure (WG Tenure).