Tentang Proyek
Program Sustainable Farming in Tropical Asian Landscapes (SFITAL) yang dilaksanakan oleh CIFOR-ICRAF dan didanai oleh International Fund for Agricultural Development (IFAD) selama lima tahun (2020–2025), mendukung transformasi sistem produksi kakao dan kelapa sawit menuju praktik yang lebih inklusif, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berkelanjutan secara lingkungan. Bermitra dengan MARS Inc., Rainforest Alliance, dan Kennemer Foods International, SFITAL bekerja bersama petani swadaya di Indonesia dan Filipina untuk mendorong lanskap komoditas berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di Sulawesi Selatan, tepatnya di Luwu Utara (kakao) dan di Sumatera Utara di Labuhanbatu Utara (kelapa sawit), serta di Davao de Oro, Filipina (kakao). SFITAL memperkuat praktik agroforestri, tata kelola lokal, dan rantai nilai melalui pendekatan yurisdiksi serta skema pembiayaan yang menyelaraskan petani, pemerintah, dan pelaku pasar.
- Luwu Utara, Indonesia
- Labuhanbatu Utara, Indonesia
- Davao de Oro, Filipina
Juli 2020 - September 2025
- Climate Action
- Sustainable Cities and Communities
Beria Leimona
Tantangan
Petani swadaya menghadapi berbagai tantangan seperti produktivitas rendah, degradasi lahan, serangan hama dan penyakit, meningkatnya risiko iklim, serta hambatan dalam mengakses sertifikasi keberlanjutan dan pasar. Produktivitas yang rendah terutama disebabkan oleh kualitas bahan tanam yang kurang baik, tanaman yang sudah tua, keterbatasan akses terhadap pengetahuan dan dukungan teknis terkait praktik pengelolaan terbaik, serta rendahnya adopsi agroforestri sebagai praktik pertanian berkelanjutan untuk kakao dan kelapa sawit. Rantai pasok yang terfragmentasi dan lemahnya koordinasi kelembagaan di tingkat lokal juga sering menghambat petani untuk memperoleh manfaat dari meningkatnya permintaan komoditas berkelanjutan, sementara tekanan lingkungan mengancam keberlanjutan mata pencaharian jangka panjang.
Pendekatan
Selama lima tahun (2020–2025), SFITAL menguji model-model produksi kakao dan kelapa sawit berkelanjutan yang dapat direplikasi dan diperluas, dengan menjawab tantangan produktivitas, tata kelola, dan lingkungan di tingkat lokal.
Program ini memperkenalkan strategi berbasis yurisdiksi melalui dukungan terhadap penyusunan rencana aksi daerah dan peta jalan keberlanjutan yang mengintegrasikan perencanaan tata ruang, pengelolaan lingkungan, dan dukungan para pemangku kepentingan ke dalam kebijakan kabupaten atau provinsi.
SFITAL juga memperkuat kapasitas petani melalui pelatihan Good Agricultural Practices (GAP), praktik agroekologi, inovasi agroforestri, demplot pembelajaran, serta keterampilan bisnis, sambil mendorong diversifikasi mata pencaharian. Pemanfaatan perangkat digital, termasuk platform manajemen pengetahuan dan e-learning, serta dashboard monitoring dan evaluasi (monev) tingkat kabupaten/provinsi, meningkatkan pembelajaran partisipatif, transparansi, dan pengambilan keputusan berbasis data di tingkat komunitas maupun pemerintah.
Program ini bekerja erat dengan pemerintah daerah dalam menyusun peta jalan keberlanjutan, rencana aksi, dan sistem pemantauan, serta mengarusutamakan pembiayaan publik untuk mendukung inovasi, sekaligus membangun kemitraan dengan sektor swasta dan masyarakat guna memperluas dampak.
Capaian
Peningkatan Kapasitas
Lebih dari 3.000 petani kakao dan penyuluh pertanian lapangan, serta lebih dari 900 petani kelapa sawit telah mendapatkan pelatihan—30% di antaranya adalah perempuan dan hampir 20% adalah generasi muda.
Plot Pembelajaran
Pembentukan 23 plot pembelajaran partisipatif (9 kakao agroforestri dan 14 kelapa sawit GAP dan agroforestri) sebagai platform kolaboratif untuk perancangan, investasi, dan pembelajaran bersama teknologi inovatif.
Legalitas Strategi Yurisdiksi
Dokumen strategi perencanaan keberlanjutan tingkat yurisdiksi: Roadmap Kakao Berkelanjutan Kabupaten (Luwu Utara), Rencana Aksi Daerah Kelapa Sawit Berkelanjutan (RAD-KSB) (Labuhanbatu Utara), serta Roadmap Pengembangan Kakao Berkelanjutan Provinsi Davao de Oro 2025–2030 dengan visi hingga 2050 yang telah dilegalisasi.
Model Bisnis
Pengembangan dua model bisnis berbasis masyarakat melalui usaha perlebahan dan produksi gula aren.
Platform Digital
Peluncuran kurikulum digital, platform e-learning nasional (https://e-learning.agroforestri.id/), serta platform manajemen pengetahuan (cacaomustahan.com).
Dasbor Monev
Pengembangan dasbor monitoring dan evaluasi (monev) tingkat kabupaten di Luwu Utara dan Labuhanbatu Utara, serta platform monev tingkat provinsi untuk mendukung implementasi roadmap di Davao de Oro.
Instrumen Fiskal
Penguatan dan perluasan instrumen fiskal ekologis melalui peningkatan penargetan TAKE (Transfer Anggaran Kabupaten/Kota berbasis Ekologi) untuk agroforestri kakao berkelanjutan, serta dukungan akses dan alokasi Dana Bagi Hasil Sawit di tingkat kabupaten untuk mendorong pengembangan sawit berkelanjutan. Skema co-investment juga dikembangkan untuk mempromosikan praktik agroekologi guna budidaya kakao yang tangguh iklim dan ramah lingkungan.
Tim SFITAL Indonesia
Produk Pengetahuan
Publikasi
Selengkapnya
Sustainable Farming in Tropical Asian Landscapes Final project summary
Leveraging Ecological Fiscal Transfers (TAKE) to Support Village-Level Implementation
Jejak Kolaborasi: Mewujudkan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Labuhan Batu Utara
Membangun Ketangguhan Iklim Melalui Agroforestri Kakao: Panduan Lapangan
Cerita
SelengkapnyaMendorong Lanskap Komoditas yang Inklusif dan Tangguh Iklim: Pembelajaran dari Implementasi SFITAL di Indonesia dan Filipina
Meluncurkan Sekolah Agroforestri Berbasis Digital: Memperluas Pembelajaran Digital untuk Petani dan Penyuluh
Menapaki Masa Depan Sawit Berkelanjutan di Labuhanbatu Utara: Cerita dari Seminar SFITAL di Medan
Foto
SelengkapnyaPerangkat
Monev Labura
Platform dasbor pemantauan dan evaluasi terpadu untuk wilayah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).
Buka Dasbor LaburaMonev Lutra
Platform dasbor pemantauan dan evaluasi terpadu untuk wilayah Kabupaten Luwu Utara (Lutra).
Buka Dasbor Lutra