Tentang Proyek
Improving Peatland Management and Stakeholder Capacities (Peat-IMPACTS) Indonesia merupakan proyek lima tahun yang didanai oleh International Climate Initiative (IKI) Pemerintah Jerman untuk merestorasi, mengelola, dan melindungi ekosistem gambut Indonesia yang vital sekaligus memperkuat mata pencaharian masyarakat lokal. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menurunkan emisi sebagaimana tercantum dalam Nationally Determined Contribution (NDC). Pencapaian target ini menjadi tantangan besar mengingat Indonesia memiliki luasan gambut tropis terbesar di dunia.
Peat-IMPACTS mendukung pengelolaan gambut berkelanjutan dan cerdas iklim melalui pendekatan lanskap transformatif yang menggabungkan penguatan kapasitas teknis dan kelembagaan untuk merestorasi lanskap gambut, selaras dengan peran aktor sektor publik dan swasta.
Proyek ini dilaksanakan oleh CIFOR-ICRAF bekerja sama dengan Soil and Fertilizer Instrument Standard Testing Center (BPSI Tanah dan Pupuk) serta Ministry of Agriculture. Kegiatan proyek mendukung pengelolaan gambut berkelanjutan dan cerdas iklim di Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Banyuasin (Provinsi Sumatera Selatan), serta Kabupaten Kubu Raya (Provinsi Kalimantan Barat).
Peat-IMPACTS meningkatkan kesadaran para pemangku kepentingan utama mengenai risiko kebakaran gambut dan emisi yang ditimbulkannya, serta menerapkan pendekatan berbasis lanskap yang mengintegrasikan restorasi ekologi dengan pengembangan masyarakat, penguatan kelembagaan, dan kolaborasi multipihak. Melalui bantuan teknis, dukungan kebijakan, dan peningkatan kapasitas, proyek ini mendorong perlindungan gambut sekaligus membuka peluang ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat, seperti agroforestri dan paludikultur.
- Sumatera Selatan, Indonesia
- Kalimantan Barat, Indonesia
Januari 2020 - Desember 2024
- Climate Action
- Life on Land
Sonya Dewi
Tantangan
Lahan gambut Indonesia menghadapi tekanan yang semakin meningkat akibat drainase, kebakaran, alih fungsi lahan, dan praktik pertanian yang tidak berkelanjutan. Kondisi ini menyebabkan peningkatan emisi gas rumah kaca, hilangnya keanekaragaman hayati, serta krisis kabut asap yang berulang.
Di tingkat lokal, keterbatasan pemahaman mengenai fungsi gambut, lemahnya koordinasi antar pemangku kepentingan, serta kapasitas teknis yang belum memadai sering kali menghambat upaya restorasi dan pengelolaan yang efektif. Petani kecil kerap bergantung pada praktik yang merusak tanah gambut karena terbatasnya akses terhadap alternatif mata pencaharian dan pengetahuan mengenai pendekatan berkelanjutan. Tantangan ekologis dan sosial-ekonomi yang saling terkait ini memerlukan solusi teknis yang disertai penguatan kelembagaan, kebijakan, dan partisipasi masyarakat.
Pendekatan
Peat-IMPACTS menerapkan pendekatan lanskap transformatif yang mengintegrasikan restorasi, produksi berkelanjutan, dan penguatan tata kelola. Proyek ini bekerja erat dengan pemerintah daerah, masyarakat, dan sektor swasta untuk mengintegrasikan pengelolaan gambut ke dalam perencanaan dan strategi pembangunan daerah.
Demplot percontohan menampilkan praktik terbaik pertanian ramah gambut, agroforestri, dan paludikultur, sementara pelatihan intensif membekali petani dan champion lokal dengan keterampilan untuk menerapkan sistem penggunaan lahan berkelanjutan. Inisiatif ini juga mendukung pengembangan kerangka kebijakan, peta jalan teknis, serta platform pengetahuan untuk memastikan pembelajaran jangka panjang dan replikasi praktik baik. Melalui kemitraan pemerintah–swasta–masyarakat, Peat-IMPACTS mendorong tanggung jawab bersama dalam konservasi gambut dan penguatan mata pencaharian yang tangguh.
Capaian
Penguatan Tata Kelola & Kapasitas
Penguatan tata kelola gambut dan kapasitas pemangku kepentingan melalui pendekatan lanskap yang inklusif dan partisipatif.
Dokumen PEGARI
Penyusunan PEGARI (Peta Jalan Desa Gambut Berkelanjutan) yang mencakup 66 desa di Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat sebagai rujukan perlindungan dan perencanaan pembangunan desa berbasis gambut.
Kerangka ALLIR
Penerapan kerangka ALLIR (Assessment of Livelihoods and Landscapes to Increase Resilience) yang diuji dan diimplementasikan oleh 120 lulusan universitas untuk mendukung analisis dan perencanaan lokal.
Model Bisnis & Tim Kerja Desa
Pengembangan model bisnis di 12 desa intervensi serta pembentukan Tim Kerja Desa (TKD) untuk mendukung mata pencaharian berbasis gambut berkelanjutan.
Pelatihan Petani
Pelatihan bagi 711 petani (35% perempuan) dalam praktik pertanian gambut berkelanjutan, termasuk paludikultur, agroforestri, dan agro-silvo-fishery.
Champion Petani
Pengembangan 38 champion petani sebagai teladan dan agen perubahan di tingkat lokal.
Kemitraan Mata Pencaharian
Fasilitasi 12 perjanjian kemitraan mata pencaharian antara kelompok tani, desa, sektor swasta, dan pemangku kepentingan lainnya.
Demplot Pertanian
Pengembangan dan penerapan 8 model demplot pertanian dan mata pencaharian ramah gambut di 7 desa.
Penguatan Kelembagaan
Penguatan kelembagaan lokal dan organisasi petani melalui peningkatan kapasitas, pembagian peran, dan pendampingan lapangan.
Kelompok Kerja Multipihak (POKJA)
Pembentukan kelompok kerja multipihak (POKJA) di tingkat kabupaten dan provinsi untuk memandu proses pengelolaan gambut.
Rencana Pengelolaan (RPPEG)
Penyusunan kolaboratif RPPEG (Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut) serta integrasinya ke dalam rencana tata ruang dan kebijakan pembangunan daerah.
Pembiayaan & CSR
Inisiasi skema pembiayaan inovatif dan tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan (CSR/TJSL) untuk mendukung mata pencaharian gambut berkelanjutan.
Edukasi & Kurikulum
Pengembangan kurikulum muatan lokal gambut dan materi edukasi anak yang diterapkan di 1.530 sekolah untuk membangun kesadaran sejak dini.
Platform WikiGambut
Peluncuran dan pengembangan WikiGambut sebagai platform kolaboratif berbagi pengetahuan tentang gambut.
Teknologi Pemantauan
Promosi pengelolaan berbasis data melalui adopsi teknologi modern untuk pemantauan gambut.
Kolaborasi Multipihak
Penguatan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil untuk tata kelola gambut berkelanjutan jangka panjang.
Tim Peat-IMPACTS
Produk Pengetahuan
Publikasi
Selengkapnya
Rencana Usaha Tani Pertanian Ramah Lingkungan: Model Usaha Tani pada Agroekosistem Pasang Surut
Understanding adoption risks of peat-adapted agroforestry options in South Sumatra through decision analysis
Pemantauan Perubahan Perilaku Petani dalam Mengelola Pertanian Berkelanjutan di Kawasan Gambut: Pembelajaran dari Sumatera Selatan dan Kalimantan Barat
